AAJI

Grha AAJI Diresmikan sebagai Pusat Kolaborasi dan Kompetensi Industri Asuransi Jiwa Indonesia 2026

Grha AAJI Diresmikan sebagai Pusat Kolaborasi dan Kompetensi Industri Asuransi Jiwa Indonesia 2026
Grha AAJI Diresmikan sebagai Pusat Kolaborasi dan Kompetensi Industri Asuransi Jiwa Indonesia 2026

JAKARTA - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) meresmikan Grha AAJI bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-24, Jumat 23 Januari 2026, di Jakarta. Peresmian ini menegaskan komitmen industri asuransi jiwa Indonesia dalam membangun ekosistem yang berkelanjutan melalui penguatan sumber daya manusia dan tata kelola.

Acara dihadiri Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, beserta jajaran OJK. Kehadiran sekitar 200 peserta dari asosiasi, perusahaan asuransi, dan pemimpin SDM menandai pentingnya Grha AAJI sebagai rumah kolaborasi industri.

Grha AAJI sebagai Center of Excellence Industri

Ogi Prastomiyono menekankan pentingnya kompetensi dan integritas sumber daya manusia untuk transformasi industri perasuransian. “Transformasi industri perasuransian harus ditopang oleh sumber daya manusia yang kompeten, berintegritas, dan adaptif terhadap perubahan,” ujarnya.

Ia menambahkan, tata kelola yang kuat perlu berjalan seiring dengan pengembangan kualitas manusia di industri. “Keberadaan Grha AAJI kami pandang sebagai langkah konkret dan strategis, diharapkan menjadi Center of Excellence bagi seluruh pemangku kepentingan,” lanjut Ogi.

Menurut OJK, penguatan kompetensi dan tata kelola akan memperkuat kepercayaan publik. “Kepercayaan publik merupakan aset paling berharga bagi industri asuransi dan hanya dapat dibangun melalui tata kelola yang baik dan transparansi,” tegas Ogi.

Pembangunan Grha AAJI dan Visi Industri

Plt. Ketua Dewan Pengurus AAJI sekaligus Ketua Tim Pembangunan Grha AAJI, Albertus Wiroyo, menjelaskan pembangunan gedung ini dimulai dari kerja kolektif industri sejak 2019. “Grha AAJI dibangun bukan sekadar sebagai gedung fisik, tetapi simbol komitmen jangka panjang untuk memperkuat kualitas industri,” ujarnya.

Gedung dengan luas ±4.204 meter persegi ini dirancang sebagai fasilitas modern untuk pembelajaran, kolaborasi, dan inovasi. Grha AAJI juga menjadi pusat aktivitas strategis AAJI yang mendukung pengembangan SDM secara terstandar dan berkelanjutan.

Sementara itu, Plt. Ketua Dewan Pengurus AAJI, Handojo G. Kusuma, menegaskan peran AAJI Industry University di Grha AAJI. “AAJI Industry University kami rancang bukan sebagai pusat pelatihan konvensional, melainkan sebagai Center of Excellence yang membangun ekosistem pembelajaran industri secara terintegrasi,” ujarnya.

Pengembangan kompetensi berbasis KKNI dan SKKNI diperkaya dengan praktik terbaik serta benchmark internasional. Langkah ini diharapkan memastikan pertumbuhan industri sejalan dengan peningkatan kualitas SDM dan perlindungan konsumen.

Peran Strategis Grha AAJI bagi Industri

Grha AAJI menegaskan AAJI bukan hanya organisasi profesi, tetapi mitra strategis regulator dalam mendorong praktik industri yang sehat. Gedung ini juga menjadi simbol kolaborasi antara regulator, industri, dan pemangku kepentingan untuk menjaga keberlanjutan asuransi jiwa.

Melalui fasilitas ini, AAJI berharap dapat membangun ekosistem yang memfasilitasi inovasi produk, pengembangan kompetensi, dan tata kelola industri secara berkelanjutan. Dengan begitu, Grha AAJI menjadi rumah bersama untuk menjaga kepercayaan publik dan memperkuat perlindungan finansial masyarakat.

Ogi Prastomiyono menekankan pentingnya adaptasi industri terhadap kompleksitas tantangan yang terus meningkat. “Peran asosiasi menjadi semakin strategis sebagai penggerak peningkatan kualitas industri secara kolektif,” katanya.

Albertus Wiroyo menambahkan, pembangunan Grha AAJI mencerminkan perjalanan panjang industri dalam membangun fondasi keberlanjutan. “Gedung ini adalah wujud kerja kolektif dan komitmen jangka panjang seluruh anggota AAJI,” jelasnya.

Handojo G. Kusuma menegaskan peran strategis Center of Excellence dalam mengintegrasikan pengembangan SDM, praktik industri terbaik, dan benchmarking global. Langkah ini diharapkan menyiapkan tenaga profesional yang siap menghadapi tantangan industri perasuransian modern.

Ke depan, Grha AAJI akan menjadi titik fokus pengembangan kapasitas dan inovasi bagi seluruh pemangku kepentingan industri. Penguatan kapasitas ini mencakup peningkatan kompetensi, penerapan standar tata kelola, serta pengembangan produk dan layanan asuransi yang inovatif.

Selain fungsi pendidikan dan pengembangan SDM, Grha AAJI juga menampung kegiatan kolaboratif lintas perusahaan. Hal ini penting untuk menciptakan praktik industri yang konsisten, efisien, dan berkelanjutan.

Dengan peresmian ini, AAJI menegaskan komitmennya menjaga kualitas dan keberlanjutan industri asuransi jiwa. Grha AAJI diharapkan menjadi fondasi kuat bagi penguatan kepercayaan publik serta peningkatan perlindungan finansial masyarakat Indonesia.

Pendirian gedung ini juga memperkuat posisi AAJI sebagai motor penggerak transformasi industri perasuransian. Dengan dukungan regulator dan kolaborasi lintas perusahaan, Grha AAJI siap menjadi pusat keunggulan yang mendorong inovasi dan kompetensi SDM secara berkelanjutan.

Keberadaan Grha AAJI diharapkan meningkatkan efektivitas program pelatihan dan pengembangan industri. Dengan demikian, industri asuransi jiwa Indonesia siap menghadapi tantangan global dan menjaga kepercayaan masyarakat.

Melalui langkah strategis ini, AAJI memperkuat posisi sebagai fasilitator utama pembangunan ekosistem asuransi jiwa. Grha AAJI menjadi simbol integrasi, kolaborasi, dan keberlanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan industri.

Dengan visi tersebut, AAJI menegaskan fokusnya pada penguatan kompetensi SDM, tata kelola, dan inovasi produk. Langkah ini diharapkan membawa industri asuransi jiwa Indonesia lebih maju, profesional, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index